Karena SUTET, penyelesaian jalan tol Jakarta-Cikampek mundur

Hasil gambar untuk tol layang jakarta cikampek

Penyelesaian proyek Jakarta-Cikampek II (jalan layang) tentu akan tertunda. Sebelumnya, karena masalah teknis, proyek 36,37 kilometer itu diharapkan akan beroperasi pada September 2019. Penyelesaian proyek konstruksi ditunda hingga September 2019. Selanjutnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan operasi jalan tol yang ditinggikan pada November 2019. Menurut Irra Susiyanti, manajer komunikasi korporat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan oleh adanya saluran udara tegangan tinggi (SUTET) dalam KM 17. Menara harus dipindahkan untuk pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan pada bagian tersebut. “Pengalihan menara SUTET membutuhkan waktu lama,” kata Irra, Selasa (6/6/2016) di depan Kompas.com.

Tidak hanya proyek jalan tol, lalu lintas Jabodebek lokal dan kereta cepat Jakarta-Bandung juga terpengaruh. Saat ini, progres pembangunan jalan tol Layang Jakarta-Cikampek telah mencapai total 91 persen. Yang tersisa hanyalah memindahkannya (menara) – ke kanan, sekalipun muka muka 99 persen, tetapi kalau ada bagian jalan tol yang tidak bisa dilalui, “kata Irra. Dia memperkirakan pembangunannya bisa selesai pada akhir September 2019. “Beberapa tes dilakukan pada bulan Oktober dan kemudian dilantik pada akhir November,” simpul Irra.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *