Keren! Pelajar SMK di Indonesia membuat alat pengurai kemacetan

Hasil gambar untuk foto Keren! Siswa SMK Bikin Alat Pengurai Kemacetan

Penyeberangan di kota sering menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah. Selain volume kendaraan yang berlebihan, lampu lalu lintas mungkin memiliki penyebab non-dinamis lainnya.

Agitasi inilah yang mendorong para siswa Sekolah Vokasi Texar Karawang Jawa Barat untuk membangun sebuah Dustbreaker. Proyek penelitian ini dilombakan di ajang Toyota Eco Youth (TEY) ke-11 tahun ini dan memenangkan posisi ke-2 dalam kategori ilmiah.
Kepala program mekatronik Sekolah Kejuruan Texar Nurhayat Arif menyatakan bahwa alat ini mampu mendeteksi kemacetan lalu lintas di jalan, terutama di persimpangan. Dan dia mengatakan bahwa alat ini dapat membuat waktu pengiriman untuk Alat Signaling Lalu Lintas (APILL) lebih akurat.

“Alat ini dapat digunakan untuk menebak ke arah mana kemacetan akan membawa kita lebih lama di jalan atau lebih ke lampu hijau,” kata Arif kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/8).

Arif melanjutkan, alat ini bekerja melalui sensor baca. “Ketika sensor mendeteksi potensi kemacetan, itu menandakannya ke PLC atau ke pengontrol logika yang dapat diprogram, di mana input yang diblokir diperlakukan dengan prioritas hijau untuk waktu yang lebih lama dan tidak berubah merah di depan sensor gerak”, telah kata Arif.

Arif mengatakan butuh tiga bulan untuk membuat perangkat pintar ini. Instrumen ini juga diuji di Klari, Karawang, Desember lalu.

“Jika lampu lalu lintas normal tidak melihat kondisi lingkungan, maka mereka hanya diatur ke pengaturan, jadi jika program itu dapat diutamakan, lampu hijau harus bisa menyala lebih lama,” pungkasnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *