Khasiat Dari Cabe Rawit

Secara morfologis, cabe rawit adalah tanaman mirip pohon dengan banyak cabang. Tinggi tanaman ini adalah 50-100 cm. Panjang batang utama bervariasi dari 20-28 cm dan diameter batang antara 1,5-2,5 cm. Akarnya akar tunggang dan bisa menembus tanah hingga kedalaman 30-60 cm. Cabe rawit ideal hidup di tanah dengan zat organik minimal 1,5% dan memiliki pH 6,0-6,5 (Gultom, 2006). Daun cabe adalah daun tunggal. Daun elips memanjang atau lanset dengan alas runcing dan titik menyempit.

Daun muda bisa dikukus untuk dijadikan salad. Bunga cabe diklasifikasikan sebagai hermafrodit (androgini). Corolla berbentuk bintang dengan warna berbeda, seperti putih, putih kehijauan, terkadang ungu. Ketika bunga telah menjadi buah, buah-buahan akan tumbuh secara vertikal dengan warna hijau gelap ketika mereka muda dan berubah menjadi kuning-hijau, oranye atau merah muda saat buah matang. Cabe rawit memiliki rasa pedas karena kandungan capsaicin-nya. Buah juga mengandung nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium (Ca), fosfor (P), zat besi (Fe), vitamin (termasuk vitamin C) dan senyawa alkaloid seperti flavonoid dan minyak esensial (Prajnanta (2007) dalam Arifin (2010))) Seperti pepatah “cabai kecil”, meskipun buah dari tanaman ini kecil tetapi memiliki banyak kandungan dan khasiat.

Dibandingkan dengan jenis cabai lainnya, cabai rawit mengandung paling banyak vitamin A. Cabai rawit segar mengandung 11.050 SI (unit internasional) vitamin A, sedangkan cabai rawit kering mengandung 1000 SI. Sementara cabai hijau segar hanya mengandung 260 SI vitamin A, cabe merah segar 470 SI vitamin A dan cabai merah kering 576 SI vitamin A. Dari perspektif kesehatan, cabe rawit dapat meningkatkan nafsu makan (stoma), meningkatkan sirkulasi darah, merangsang gas pencernaan (angin melayang), meredakan hidung tersumbat pada sinusitis dan mengobati migrain (sakit kepala). Sebagai obat luar, cabai rawit juga dapat digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, sakit perut dan pilek. Selain sebagai bahan makanan dan obat-obatan, cabe rawit juga banyak sekali digunakan sebagai tanaman hias (Tjandra, 2011), dikutip dalam buku Tanaman Obat di Indonesia (1992) yang disusun oleh HM Hembing Wijayakusuma, semua bagian tanaman cabai rawit dapat digunakan sebagai bahan obat. Misalnya untuk pengobatan penyakit rematik. Cabai rawit digiling hingga menjadi massa halus dan kemudian dicampur dengan sedikit jus pemutih dan jeruk nipis. Campuran bahan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *