Memanfaatkan Leverage dalam Trading Forex dengan Aman


Memanfaatkan leverage dalam perdagangan forex tidaklah mudah, terutama untuk pedagang pemula. Sebab, layaknya pedang bermata dua, di satu sisi leverage bisa memberikan kemudahan, namun di sisi lain bisa meningkatkan risiko kerugian. Lantas, bagaimana cara yang aman untuk menggunakannya?

Menurut analisa forex hari ini Leverage adalah “leverage” yang biasanya ditawarkan oleh broker sehingga kita bisa bertransaksi besar-besaran walaupun modal kita kecil. Dengan leverage, trader tidak harus benar-benar menyiapkan modal USD 10.000 untuk berdagang. Padahal, itu cukup untuk menjamin, meski sedikit, mendapat modal 10.000 USD.

Misalnya, dengan leverage 1: 100, seorang trader hanya dapat memberikan $ 100 kepada seorang broker untuk mendapatkan “modal” $ 10.000. Jika modal 10.000 USD digunakan untuk berdagang dan mendapat untung seperti pada contoh di atas, untung tetap 100 USD. Ini berarti bahwa trader masih dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan 100% dari perdagangan.

Risiko leverage sebenarnya tergantung pada pedagang yang memanfaatkannya. Jika trader bisa menggunakan leverage dengan bijak, tidak perlu khawatir akan resiko terkena Margin Call (MC) secara cepat, bahkan pada level tinggi yang dianggap berbahaya.

1. Singkirkan keserakahan saat menggunakan leverage

Saat memilih leverage, hilangkan keserakahan Anda terlebih dahulu. Sebab, semakin bijak Anda menentukan leverage yang digunakan, semakin besar pula peluang menghasilkan keuntungan.

Saya sering mendengar pertanyaan, berapa leverage yang aman untuk forex? Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya muncul di benak para pemula terkadang membingungkan mereka. Mereka biasanya terjebak dalam dua pilihan antara memilih leverage rendah yang tidak menawarkan banyak peluang untuk berdagang dengan modal kecil, atau mempertahankan leverage tinggi yang biasanya berisiko.

Beberapa sumber terpercaya menyatakan bahwa leverage yang ideal tidak lebih dari 1: 200. Namun, angka tersebut tidak dapat dijadikan patokan. Jika Anda memiliki kebutuhan rasional untuk berdagang dengan leverage lebih dari 1: 200, silakan. Syaratnya, Anda harus bisa memadukannya dengan manajemen risiko yang baik.

Oleh karena itu, beradaptasi dengan kebutuhan trader dan kemauan untuk mengambil risiko adalah kunci untuk memilih leverage yang aman. Misalnya, Anda memiliki ekuitas $ 200 dan batas toleransi risiko 1% dari saldo per perdagangan. Artinya Anda perlu membuka posisi dengan ukuran tidak lebih dari 20 USD. Trader memiliki tiga pilihan, yaitu (1) memilih leverage maksimal 1: 200, tetapi membuka posisi dengan lot mikro, (2) memilih leverage lebih besar dari 1: 200 dan dapat membuka posisi dengan lot mini atau standar, atau (3 ) pilih leverage yang lebih besar dari 1: 200, tetapi buka posisi dengan lot mikro.

Jika Anda memilih nomor dua, Anda pasti akan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Namun, risiko kerugiannya juga cukup tinggi. Jika Anda tidak mau mengambil risiko kehilangan 1 USD per pip dan masih mudah melanggar disiplin perdagangan, pilih opsi pertama. Jika Anda ingin memaksimalkan keuntungan, memiliki pengalaman penuh, dan tidak mudah tergoda untuk melakukannya secara berlebihan, opsi ketiga adalah pilihan yang tepat.

Leave a Comment