Pentingnya Pembacaan Pembukaan UUD 1945 Setiap Upacara Bendera

Pernah membacakan UUD 45 saat acara upacara bendera? Hal ini sngat penting karena disamping kita agar selalu ingat terhadap UUD itu sendiri kita juga dapat lebih memahami isi yang terkandung dalam text tersebut. Dikutip dari pinterkelas.com inilah sejarah singkat tentang konstitusi negara di Republik Indonesia dimulai pada tanggal 27 Desember 1949, Indonesia mulai mengadopsi Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS). Selanjutnya, sejak 17 Agustus 1950, Indonesia membuat perubahan dan mengadopsi konstitusi baru, UUD 1945. Selanjutnya, dalam keputusan presiden 5 Juli 1959, pemerintah Indonesia memperkenalkan kembali UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Selama dimulainya kembali, Konstitusi dikonfirmasi pada tahun 1945 oleh aklamasi dari DPR pada 22 Juli 1959. Pada periode 1999 hingga 2002, Konstitusi mengalami sekitar 4 perubahan (mempengaruhi) revisi komposisi lembaga dalam Konstitusi Republik Indonesia. Indonesia.

Upacara bendera adalah rutin. Setiap hari Senin tidak bisa membantu, kami harus menyimpan bendera merah putih di agensi masing-masing. Terutama di kasur. Seperti biasa di MAN 2 Bandar Lampung. Ya, kami selalu melakukan upacara bendera di madrasah, kata Ahmad Putra, M.Pd, wakil PR 2 MAN Bandar Lampung. Upacara bendera ini adalah bentuk nasionalisme kita terhadap negara, kata Samsurizal, S.Pd., M.Sc, kepala MAN 2 Bandar Lampung. Dan ini akan mempengaruhi evaluasi kinerja para pejabat, lanjut Samsurizal.

Dengan setiap pelaksanaan upacara bendera, pembukaan konstitusi Indonesia pada tahun 1945 dibaca. Ada beberapa poin penting dalam setiap ali mukadimah UUD 1945, termasuk independensi yang merupakan hukum All Nations. Kalimat ini memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, diisi dengan makna, jadi kami harus menyebarkannya di antara siswa kami, kami harus menambahkannya ke siswa kami, kata Ahmad Putra, M.Pd, yang juga merupakan salah satu guru senior di MAN 2 Bandar Lampung.

Kalimat ini memiliki pemahaman yang sangat luas, bahkan banyak frasa turunan yang bisa kita terapkan kepada siswa kita di kasur. Berikan kemandirian siswa kami sepenuhnya, Ahmad Putra menambahkan. Biarkan mereka membuat sebebas mungkin, berpikir sesuka mereka, dan bahkan belajar jika mereka mau, yang paling penting adalah tidak melanggar aturan dan aturan pertahanan dan tidak membahayakan nilai-nilai agama, Ahmad Putra menyimpulkan.

Leave a Comment